Saturday, 17 January 2009

pindah :

Sunday, 28 December 2008

air

hidup itu kaya gelas .

mau lo isi sepenuh apapun, selalu ada batasanny .

dan batasan itu mutlak, bung . kalo lo nyalahin batas itu, yang ada hanya hal yang terbuang sia-sia . tanpa guna . hanya terbuang .
atau bahkan, gelasmu tumpah . tumpah .
hidupmu tumpah .

lalu, temen lo bakal nanya . "emang kepenuhan ya? kepenuhan pke apa?"
air . airnya kebanyakan .

ada yang haus ?

Wednesday, 24 December 2008

i feel like i wasn't going anywhere.

saat gw pulang, aku bertemu orang yg sama, karakter yang sama, tempat yang sama .
bahkan kegiatan yang sama.

yg beda hanyalah kini aku bisa tertawa, menangis, dan berpikir pada hal yang berbeda.

"kita semua sedih, air mata telah menggantung di pelupuk mata kita. tetapi, apakah sesuatu yang diawali dengan senyuman, dan penuh dengan tawa pada akhirnya diakhiri dengan tangisan?"

Saturday, 22 November 2008

apakah kebenaran benar-benar ada?
saat segalanya mempertanyakan kejujuran,
apakah kebenaran akan membawa kejujuran?
atau kebenaran menyembunyikan kejujuran demi dirinya sendiri?


apakah kejujuran itu ada?

Wednesday, 19 November 2008

questioning the answer

these laughter, smile, and happiness issues are killing me.


terlalu banyak kata, hanya ada satu mulut untuk berucap. terlalu banyak perasaan, hanya ada satu hati untuk meresapi.

terlalu banyak teman, terlalu banyak pengkhianatan, terlalu banyak pembalasan dendam,


terlalu rumit.


sampai, yang aku inginkan hanyalah : tertawa.


tawa dan senyum adalah simbol kebahagian. dan bagiku, simbol kepura-puraan. atas nama mereka kita bahagia, atas nama mereka kita menyalurkan rasa senang, dan atas nama mereka pula..,


kita berpura-pura. berbohong.


apa kau benar-benar kau ? dan apa aku benar-benar aku ?
apa temanmu benar-benar dirinya ?

aku telah mempertanyakan kejujuran semua orang. bahkan diriku sendiri. apa yang aku tanyakan, bagiku adalah penuntutan atas hal yang paling aku anggap patriotik di dunia ini, kejujuran
tapi bagi sisi lain dari diriku, pertanyaanku tidaklah lebih dari anggapan hina seseorang atas dirinya sendiri. menghina diri sendiri.

mempertanyakan kejujuran diri sendiri, mempertanyakan keberadaan diri sendiri, mempertanyakan apa yang disebut kehidupan. penghinaan.

"so tell us, yuda.. have you respect yourself ?"

Tuesday, 18 November 2008

laughter .

kadang, yang kamu harus lakukan hanyalah tertawa.

dan biarkan dunia menari mengikuti irama tawamu . ya, dunia akan menari mengikuti irama tawamu. dunia akan....

tapi, apa artinya tertawa, jika orang-orang di sekitarmu menangis?
adakah artinya??

percuma.

tawa hanya akan berubah menjadi air mata.
dan amarah akan memenuhi udara.
dan yang bisa kau lakukan hanya berkata :
"seandainya......"

Sunday, 16 November 2008

saat...

ada masa saat manusia mempertanyakan kehidupannya. meragukan keberadaannya. manusia merasa, bahwa kehadirannya di dunia ini tidak lebih dari sekedar abu, yang hanya menambah ketebalan sebuah permukaan. manusia kadang tidak sadar, bahwa keadaannya, yaitu mempertanyakan keberadaannya telah menjadi tanda bagi kehidupannya sendiri bahwa kehadirannya nyata dalam jagad dunia ini.

dan dalam fase kehidupanku, masa itu adalah sekarang.

seorang teman baik suatu ketika berkata, bahwa masa ini kadang disebut sebagai aktualisasi diri. saat itu, aku hanya terpukau oleh katanya yang menurutku "keren". tapi kini, aku mengerti. betapa kata itu mempunyai makna yang indah.

aku pernah mengira bahwa masa itu telah lewat. masa saat aku berkelana dari komunitas ke komunitas, mencari tempat untuk hidup di dunia yang indah ini. dan aku pernah berpikir, kalau inilah aku yang paling aku. saat aku tidak lagi berpura-pura hanya untuk diterima oleh dunia. saat aku berteriak kepada matahari muda yang baru terbit bahwa aku sedang ceria, dan akan terus ceria.

tapi beberapa kejadian yang terjadi menyadarkanku.
betapa aku masih rapuh, aku masih mengemis untuk dibiarkan hidup, aku masih lemah !!

aku yang pernah berjanji pada bintang-bintang yang menari untuk tetap tersenyum, untuk tetap tertawa. aku yang telah berkata pada dahan kaktus di tengah padang pasir, bahwa aku akan tetap kuat. aku tidak akan lemah..

tapi beberapa kejadian yang terjadi menyadarkanku.
betapa aku masih rapuh, aku masih mengemis untuk dibiarkan hidup, aku masih lemah !!

dan aku kadang tidak habis percaya, bahwa aku akan meneriakkan kata-kata ini . kembali .

"dan aku telah meneriakkan kebohongan saat aku mendambakan kehangatan dari sebuah bagian kehidupan"

masa itu selalu ada, dan akan terus ada . yang kurang hanyalah seorang manusia untuk menyadarinya, dan menghidupinya .