questioning the answer
these laughter, smile, and happiness issues are killing me.
terlalu banyak kata, hanya ada satu mulut untuk berucap. terlalu banyak perasaan, hanya ada satu hati untuk meresapi.
terlalu banyak teman, terlalu banyak pengkhianatan, terlalu banyak pembalasan dendam,
terlalu rumit.
sampai, yang aku inginkan hanyalah : tertawa.
tawa dan senyum adalah simbol kebahagian. dan bagiku, simbol kepura-puraan. atas nama mereka kita bahagia, atas nama mereka kita menyalurkan rasa senang, dan atas nama mereka pula..,
kita berpura-pura. berbohong.
apa kau benar-benar kau ? dan apa aku benar-benar aku ?
apa temanmu benar-benar dirinya ?
aku telah mempertanyakan kejujuran semua orang. bahkan diriku sendiri. apa yang aku tanyakan, bagiku adalah penuntutan atas hal yang paling aku anggap patriotik di dunia ini, kejujuran
tapi bagi sisi lain dari diriku, pertanyaanku tidaklah lebih dari anggapan hina seseorang atas dirinya sendiri. menghina diri sendiri.
mempertanyakan kejujuran diri sendiri, mempertanyakan keberadaan diri sendiri, mempertanyakan apa yang disebut kehidupan. penghinaan.
"so tell us, yuda.. have you respect yourself ?"

4 Comments:
makin berat aja katakatanya, bang.. :|
"atas nama mereka pula.. kita berpurapura. kita berbohong"
untuk apa ngebohongin diri sendiri dan memendam rasa bersalah?
"mereka" menghargai kejujuran
yudaa, aku nggak ngerti tapi bagus! hehehe ;p btw, i speak french a bit, and sometimes i don't even know what i'm talking hhaha ;)
Do you believe in truth?
If even laughter and smile are lies, what is actually true?
You know what? You sound like a psychopath.
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home