saat...
ada masa saat manusia mempertanyakan kehidupannya. meragukan keberadaannya. manusia merasa, bahwa kehadirannya di dunia ini tidak lebih dari sekedar abu, yang hanya menambah ketebalan sebuah permukaan. manusia kadang tidak sadar, bahwa keadaannya, yaitu mempertanyakan keberadaannya telah menjadi tanda bagi kehidupannya sendiri bahwa kehadirannya nyata dalam jagad dunia ini.
dan dalam fase kehidupanku, masa itu adalah sekarang.
seorang teman baik suatu ketika berkata, bahwa masa ini kadang disebut sebagai aktualisasi diri. saat itu, aku hanya terpukau oleh katanya yang menurutku "keren". tapi kini, aku mengerti. betapa kata itu mempunyai makna yang indah.
aku pernah mengira bahwa masa itu telah lewat. masa saat aku berkelana dari komunitas ke komunitas, mencari tempat untuk hidup di dunia yang indah ini. dan aku pernah berpikir, kalau inilah aku yang paling aku. saat aku tidak lagi berpura-pura hanya untuk diterima oleh dunia. saat aku berteriak kepada matahari muda yang baru terbit bahwa aku sedang ceria, dan akan terus ceria.
tapi beberapa kejadian yang terjadi menyadarkanku.
betapa aku masih rapuh, aku masih mengemis untuk dibiarkan hidup, aku masih lemah !!
aku yang pernah berjanji pada bintang-bintang yang menari untuk tetap tersenyum, untuk tetap tertawa. aku yang telah berkata pada dahan kaktus di tengah padang pasir, bahwa aku akan tetap kuat. aku tidak akan lemah..
tapi beberapa kejadian yang terjadi menyadarkanku.
betapa aku masih rapuh, aku masih mengemis untuk dibiarkan hidup, aku masih lemah !!
dan aku kadang tidak habis percaya, bahwa aku akan meneriakkan kata-kata ini . kembali .
"dan aku telah meneriakkan kebohongan saat aku mendambakan kehangatan dari sebuah bagian kehidupan"
masa itu selalu ada, dan akan terus ada . yang kurang hanyalah seorang manusia untuk menyadarinya, dan menghidupinya .

2 Comments:
salah, yang kurang adalah kemauan untuk menyadari bahwa ada seorang atau beberapa manusia yang telah menyadarinya dan mau menghidupinya
sebenernya gaada kamu yang paling kamu, karena semuanya adalah kamu
itu adalah kamu
ini adalah kamu
yuda. kenapa selalu ada kata 'yang kurang'?? kenapa kurangnya HANYA seorang? kenapa ngga 2 ato 3 orang aja? kenapa yuda lemah? kata dita engga ah! jadi intinya... emang sebelum menilai org lain, hrus bisa nilai diri sendiri, tapi kalo yuda selalu melihat diri sendiri dari sisi lemahnya yaa.. yuda bakalan fokus sama hal-hal yang bikin kelemahan itu menjadi-jadi. JADI :) ingetnya yg 'kuat-kuat' aja!
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home